Kamis, 05 Desember 2013

Contoh Cerpen

LIBURAN BERSAMA KELUARGA KE TAMAN SAFARI INDONESIA



            Waktu itu adalah waktu yang sangat aku tunggu setelah beberapa bulan lalu telah aku rencanakan. Saat aku masih berusia sepuluh tahun, waktu yang masih sangat sedikit pengalaman. Tak banyak hal yang aku ketahui tentang dunia pariwisata saat umurku yang belum begitu banyak itu.
            Besok adalah hari yang telah aku idamkan. Hari esok, aku akan pergi berlibur ke Taman Safari Indonesia. Aku tidak mengetahui satupun tempat yang akan ku kunjungi saat ada di Taman Safari Indonesia itu. Aku hanya mengikuti saja apa yang akan terjadi nanti. Hatiku sangat berdebar-debar untuk menanti hari esok dengan pengalamanku yang tak begitu menggunung.
            Malam harinya sebelum aku berangkat, aku telah menyiapkan segala keperluan yang harus aku bawa. Semuanya telah aku masukkan kedalam tasku yang lumayan besar. Bekal makananpun tak lupa aku masukkan untuk cemilan saat di perjalanan nanti.
            Bangun malam, kami semua serumah bersiap pergi juga mengajak adik iparku, Iman. Berangkat jam 10 malam dari Rumah kami. Jalan malam seperti ini enak sekali karena tidak akan terhambat oleh macet. Sampai dekat taman Safari baru jam 7.30 pagi sementara menurut informasi TamanSafari baru buka jam 8 pagi. Akhirnya kita naik memutuskan untuk pergi dulu sebentar mencari sarapan pagi di daerah Puncak.
            Wah,udara dingin berkabut di pagi hari benar-benar membuat kangen liburan ini semakin mengesankan dan rasanya seperti kembali segar. Walaupun dingin, aku tetap menerjang kabut. Rasanya segar sekali ketika kuhirup sepuasnya udara disekelilingku. Seperti udara yang biasa kuhirup ketika didesa, rasanya tidak begitu berbeda.
            Waktu kami sarapan pagi, pesanannya bermacam-macam. Saya dan Iman memesan bubur ayam. Enak sekali rasa bubur ayamnya, berkuah kuning yang menggairahkan dengan kacang yang gurih. Kriuk-kriuk dan sambalnya merah rasa asam pedas menambah segar rasa bubur ayam tadi. Ayah memesan nasi goreng yang juga tak kalah enaknya, walaupun enaknya tidak luar biasa tetapi ini setara dengan nasi foreng buatan ibu yang super enak. Ibuku memesan Mie rebus. Aku sempat mencoba sedikit tapi bisa
dipastikan mienya mantap sekali. Tadinya saya mau memesan susu asli yang segar, tapi ternyata tidak ada, jadi hanya meminum teh hangat saja. Lumayan untuk mengisi tenaga.
Dengan hawa dingin menyegarkan, kami pulang membawa pisang goreng dengan bumbu gula halus yang manis itu. Sarapan pagi secukupnya saja, setelah itu kami menuju Taman Safari.
            Wah, mobil kami paling belakang dan antrian cukup panjang yang membuat macet cukup lama. Dan rupanya baru tahu dari polisi patroli bahwa terjadi penutupan selama 1 jam untuk kami yang akan menuju Taman Safari. Jadi, satu jam dimobil kami manfaatkan untuk tidur bersama. Lumayan kami jadi punya energi lagi istirahat sampai jam
10 pagi. Sepanjang menuju Taman Safari banyak sekali orang berjualan wortel segar dan
pisang.
            Sesampainya di Taman Safari, adik iparku,Iman, terbangun dan langsung berteriak melihat segala macam binatang yang bisa kami lihat dan kami sentuh dari mobil. Sayang, kami tidak membeli wortel untuk makan binatang yang kami jumpai saat itu. Menyesal deh. Pasti akan sangat seru untuk memberi wortelnya langsung ke binatang-binatang yang jinak dan tidak membahayakan. Dimulai dengan adanya zebra, gajah, orang utan, burung anoa, macan, harimau, dan masih banyak yang lainyya. Semuanya lengkap. Macannya juga cukup bersahabat, asal kita tidak sembarangan dan tidak menyakitinya.Kami hanya bisa melihat dari jendela kaca mobil, tidak boleh turun dan kaca juga tidak boleh diturunkan.Karena bahaya kita menyaksikan dengan jarak dekat sekali dengan Macan atau Harimau.
            Senang rasanya aku melihat-lihat hewan yang tidak ada didesaku yang jauh dari hutan. Aku bisa melihat hewan itu secara langsung dengan jarak yang sangat dekat. Walaupun sempat diselimuti rasa takut, tetapi rasa takut itu hilang ketika aku berjarak begitu dekat dengan hewan-hewan yang ada.
            Selesai kami berkeliling memakai mobil, kami mencari parkiran dan langsung
berjalan kaki menuju taman bermain dan melihat langsung dari dekat binatang yang ada, mulai dari burung, sampai yang katanya nenek moyang kita, yaitu monyet. Yang paling seru kenangan yang tidak terlupa adalah saat aku dan Iman berfoto bersama Macan dan juga Orang Utan. Bisa menyentuh langsung tanpa takut digigit dan ataupun marah.
            Aku heran mengapa hewan itu bisa begitu jinak dengan manusia, padahal jika di hutan pasti mereka sudah memakan aku sampai tulangnya. Bayangkan bisa memeluk binatang buas seperti Macan yang badannya besar sekali. Belum lagi Orang Utannya yang sangat lucu, seperti bayi yang menggemaskan. Dan saat difoto, tangannya melingkar ke pundak seperti ingin dimanja saja. Aku dan Iman senang sekali mengelus Macan dan Orang Utan tanpa ketakutan. Jadi kalau ke Taman Safari kita bisa berfoto bersama binatang
tersebut. Tidak perlu takut karena binatangnya sudah jinak.
            Setelah itu kita keluar dari arena taman menuju tempat gajah berkumpul,
tempatnya dekat resto besar Rain forest dan didepan penjualan souvenir. Ada sekumpulan
gajah beraksi dan kita bisa berfoto bersama dengan naik gajah. Aku suka banget mendengar suara gajah yang ramai dan bermain bersama belalainya. Sayangnya untuk berfoto,
gajahnya kurang dirias yang cantik, kesannya cuma seadanya dan tidak seperti gajah di Thailand.
            Yah, pokoknya kita semua puas dan senang bisa ke Taman Safari Puncak, yang
menurut saya sekarang tempat ini sudah lebih bagus, binatangnya sudah bertambah, lebih
terawat, cukup bersih, dan mudah-mudahan kekurangannya sudah bisa dievaluasi oleh mereka. Karena sekarang banyak sekali saran dan masukan dari para
pengunjung yang sangat membangun.
            Jadi Taman Safari boleh diacungi jempol, mungkin lebih lengkap dari
kebon binatang Ragunan. Ada Baby Zoo, Bird Aviary lebih dari 10.000 burung, restoran Rain Forest, hanya saja saya belum sempat melihat kehidupan para Koboy dan suku Indian yang katanya ala Wild West pertunjukan pertama di Indonesia, dengan menggunakan special efek dan teknologi tinggi yang spektakuler.
            Setelah itu kami melihat berbagai souvenir dari Taman Safari, mulai dari boneka,
kaos, VCD binatang, Sendok garpu, gelas, dll, dengan harga yang lumayan murah. Setelah puas selama 2 jam, jam 1 kami pulang. Berhubung hujan jadi kami melanjutkan pejalanan sampai di daerah Ciamis untuk makan malam.

            Setelah makan malam, kamipun bergegas pulang. Alhamdulillah tidak ada halangan yang kami temui sehingga kami selamat sampai di desa kami tercinta.
Like This Article ?

0 komentar

Posting Komentar

 
 
Copyright © 2013 fatschur-benz - All Rights Reserved
Design By Fathur Rahman Nur Aziz - Powered By Blogger