Jumat, 31 Oktober 2014

MOMEN TAHUN BARU



Hidup merupakan karunia terbesar yang diberikan Allah SWT kepada kita. Dengan hidup, kita bisa menikmati indahnya dunia. Menyelidiki hal-hal yang bersifat nyata di depan kita. Mempelajari hal baru untuk pengetahuan kita. Namun, kita hidup bukan hanya untuk duniawi saja, hidup adalah transisi untuk persiapan kehidupan kekal kita di akhirat nanti.
Beberapa hari kemarin, kita baru saja menginjak tahun baru, 1436 H. Sebuah tahun yang masih belum terlalu diketahui oleh umat muslim sendiri. Bahkan, tanggal-tanggal masehi lebih sering kita ingat daripada tanggal-tanggal hijriah kita. Miris apabila seorang muslim tidak tahu bulan-bulan dalam kalender hijriah. Dalam momentum tahun baru kali ini, mari kita kaji hal-hal yang dapat memperbaiki diri kita untuk menghadapi hari-hari mendatang.
Tahun baru hijriah saat ini masih belum familiar di kalangan umat muslim, remaja terutama. Saat tahun baru masehi, mereka akan berbondong-bondong merayakannya. Rela begadang demi bersenang-senang menunggu momen pergantian tahun. Mereka rela mengeluarkan uang mereka untuk foya-foya dalam penyambutan tahun baru. Konser-konser mulai diselenggarakan dari sore hingga pagi. Apakah sempat mereka salat maghrib dan salat isya dalam saat-saat yang menyenangkan dan saying untuk ditinggalkan? Setelah memasuki tahun yang baru, mereka masih bersama teman-teman menikmati hari pertama ditahun yang baru. Mereka baru sempat pulang saat menjelang fajar. Apakah mereka sempat untuk salat shubuh? Mereka begitu antusias dalam penyambutan tahun baru masehi.
Apa yang mereka lakukan ketika tahun baru hijriah? Kemana saja mereka? Tanggal 1 Muharram pun jarang mereka tahu. Seharusnya kita lebih prefer pada tahun hijriah daripada tahun masehi. Jika saat tahun baru masehi saja kita menghabiskan waktu yang banyak untuk merayakannya, tahun baru hijriah seharusnya lebih lagi. Waktu yang banyak untuk membaca Al-Qur’an yang jauh lebih bermanfaat daripada foya-foya yang lebih mudharat. Menyedekahkan rejeki yang telah kita peroleh setelah bekerja dalam setahun lalu.
Renungkanlah, sesungguhnya waktu kita untuk hidup itu berkurang. Jadikanlah momentum pergantian tahun ini sebagai sarana untuk refleksi dan instropeksi diri. Untuk apa waktu kita setahun kebelakang kita gunakan? Sudahkah waktu itu kita gunakan untuk hal yang lebih bermanfaat? Sudahkah kita melangkahkan kaki kita pada jalan yang benar? Pertanyaan-pertanyaan seperti itulah yang seharusnya muncul ketika kita menginjak tahun baru. Karena waktu adalah sesuatu yang paling berharga. Tidak akan terulang kembali walaupun kita bayar dengan uang yang banyak. Ingatlah waktu senggangmu sebelum waktu sempitmu. Ingatlah ketika kita berada dalam waktu yang senggang, kerjakanlah hal-hal yang bermanfaat. Karena dalam waktu sempitmu, tidak akan leluasa dalam pengerjaan sesuatu.
Jadikanlah momentum tahun baru ini sebagai target pencapaian yang diinginkan. Membuat sebuah target adalah salah satu upaya agar kita tahu kemana arah kita kedepan nanti. Seseorang yang mempunyai target, hidupnya lebih terstruktur dan teratur. Buatlah target pencapaian yang positif, ingatlah target itu. Target yang ingin diraih sebagai pengingat ketika berada dalam keputus-asaan. Sebagai motivasi ketika kita menyerah dalam perjalanan meraihnya. Yakinlah bahwa Allah SWT telah menyiapkan sesuatu yang indah atas perjuangan kita. Kita tidak tahu pada saat menyerah, sejatinya hal yang ingin kita capai tinggal beberapa langkah lagi. Menyerah bukanlah solusi. Menyerah hanya akan membuat diri kita kecil. Menyerah hanya menunjukkan bahwa diri kita tidak mampu. Target adalah cambuk saat kita berleha-leha. Target adalah reminder ketika kita berada pada jalan yang salah. Buatlah target agar hidup kita lebih terarah. Apa jadinya anak panah bila tidak ada sasaran?

Semoga kita selalu dibimbing untuk selalu pada jalan yang benar. Semoga apa yang kita harapkan pada tahun yang baru ini bisa tercapai. Aamiin.

Bintaro, 31 Oktober 2014, 7
Muharram 1436H
Like This Article ?

0 komentar

Posting Komentar

 
 
Copyright © 2013 fatschur-benz - All Rights Reserved
Design By Fathur Rahman Nur Aziz - Powered By Blogger